Sambaran petir menimpa beberapa korban

NANGA BULIK – Cuaca ektrem yang sering terjadi belakang ini banyak menimbulkan korban. Dimana salah satunya menimpa Enam warga di Desa Kinipan, Kecamatan Batang Kawa, Kabupaten Lamandau, yang harus dilarikan ke puskesmas terdekat lantaran terkena sambaran petir, Selasa (24/4).

Warga yang disambar petir itu, adalah Riden(37 th), Semai(36 th), Rise(15 th), Cerma (12 th), Soman(8 th), dan Aini ( 6 th). Mereka mengalami luka bakar setelah petir menyambar pohon dan mengenai rumah.

”Pohon di dekat rumah kena sambar petir, sementara rumah mereka (korban) hanya terkena percikannya saja. Namun, saking dahsyatnya, rumah kayu itu juga hancur,” kata Sahlianur, warga setempat kepada Radar Sampit, Rabu (25/4). 

Tak hanya itu, televisi di rumah warga lain yang tak jauh dari lokasi sambaran petir juga rusak terkena imbasnya. Lampu di rumah warga juga berpecahan. ”Ada juga yang  televisinya  rusak kena, tikar gosong dan lampu-lampu pecah,” ujarnya.

Sementara itu, enam warga yang terkena sambaran petir mengalami luka bakar tingkat I. Para korban tadinya mau dirujuk ke rumah sakit, namun batal karena kondisi mereka membaik. Kecuali Semai, yang sempat tak sadarkan diri. Korban  dirawat inap sampai kondisinya lebih baik. 

CUACA BURUK

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandara Haji Asan Sampit memprediksi cuaca akan berawan sejak pagi hingga malam, Kamis (26/4) ini. Dengan suhu udara berkisar 23 hingga 30 derajat celcius serta kelembaban udara berkisar 75 hingga 90 persen.

Meski diprediksi berawan, kemungkinan turun hujan tetap ada karena Kalteng merupakan daerah yang cukup besar potensi terbentuknya awan hujan. Mia Utami, Prakirawan BMKG H Asan Sampit mengatakan, curah hujan yang cukup tinggi serta suhu muka air laut yang bernilai positif menjadi pemicu terciptanya awan hujan.

”Potensi hujan deras, angin kencang, beserta petir juga ada di daerah Kotim,” kata Mia.

Sementara itu, Kepala BMKG H Asan Sampit Nur Setiawan mengimbau masyarakat agar berlindung ke tempat aman apabila terjadi hujan lebat yang disertai petir. Seperti gedung-gedung yang telah dilengkapi dengan penangkal petir.

”Hindari berlindung di bawah pohon,” saran Nur kepada warga.

Menurutnya, hal tersebut justru dapat membahayakan. Pasalnya, pohon merupakan salah satu media hantaran sambaran petir. Berlindung di dalam mobil juga bukan jaminan keamanan. Pasalnya, petir juga dapat menyambar mobil bila tidak ada media penghantar yang lain.

Dia juga mengimbau pengendara, terutama roda dua, agar tetap waspada dengan adanya hujan lebat yang disertai angin dan petir. Pasalnya, pohon yang tumbang dapat mengancam keselamatan berkendara sewaktu-waktu.

Selain itu, telepon seluler bisa terganggu jika frekuensi petirnya menginterferensi frekuensi sinyal telepon seluler itu. Namun, secara umum relatif cukup aman.

 

sumber berita – http://sampit.prokal.co

 

jangan lupa melihat berita menarik lainnya :

 

 

www.penangkalpetir.com www.lightningprotection.co.id, www.petir.net

Comments are closed.